Sebagian pengungsi korban banjir di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, telah kembali ke rumah. Sebab, air yang menggenangi kawasan rumah mereka perlahan mulai surut.
Menurut keterangan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, jumlah pengungsi yang tersebar di enam desa, telah berkurang. "Pengungsi menurun menjadi 5.198 jiwa," terangnya kepada Metrotvnews.com, Minggu (26/1) pagi.
Meski bagitu, Sutopo menyebut, posko bantuan dan dapur umum untuk pengungsi tetap didirikan.
Perlu diketahui, sebanyak empat kabupaten di wilayah Jawa Tengah dilanda banjir. Di antaranya Jepara, Pati, Kudus, dam Demak. Di Jepara, pengungsi berjumlah 32.581 jiwa. Sementara di Pati, jumlah pengungsi sebanyak 14.559 jiwa.
Sementara itu, terjangan air banjir di kawasan Demak, Jawa Tengah, terutama di wilayah Sayung, Demak, terus meluas. Selain menggenangi permukiman, banjir juga merendam pabrik-pabrik di kawasan tersebut.
Banjir dengan ketinggian lebih dari setengah meter membuat karyawan dan buruh pabrik diliburkan. Air banjir juga merendam kantor Kepolisian Sektor Sayung. Meski banjir, pelayanan tetap berjalan seperti biasa.
Terjangan banjir kali ini terbilang cukup besar. Jalur Pantura Sayung, Demak, yang sebelumnya tidak pernah kebanjiran, saat ini terendam. Panjang jalan yang terendam mencapai hingga 1 kilometer.
Dikhawatirkan dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan, rekayasa jalan dengan pengalihan arus lalu lintas diberlakukan.
"Banjir membuat Jalan Raya Sayung mengalami kemacetan. Selain itu, banjir juga masih ada di Jalan Raya Kaligawe, Semarang," kata Kapolsek Sayung, AKP Bambang S.
Banjir di kawasan itu membuat kendaraan yang menuju Jakarta maupun Solo dan Yogyakarta diminta menghindari Kota Semarang. Pengguna jalan diminta untuk melalui Tol Kaligawe
Menurut keterangan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, jumlah pengungsi yang tersebar di enam desa, telah berkurang. "Pengungsi menurun menjadi 5.198 jiwa," terangnya kepada Metrotvnews.com, Minggu (26/1) pagi.
Meski bagitu, Sutopo menyebut, posko bantuan dan dapur umum untuk pengungsi tetap didirikan.
Perlu diketahui, sebanyak empat kabupaten di wilayah Jawa Tengah dilanda banjir. Di antaranya Jepara, Pati, Kudus, dam Demak. Di Jepara, pengungsi berjumlah 32.581 jiwa. Sementara di Pati, jumlah pengungsi sebanyak 14.559 jiwa.
Sementara itu, terjangan air banjir di kawasan Demak, Jawa Tengah, terutama di wilayah Sayung, Demak, terus meluas. Selain menggenangi permukiman, banjir juga merendam pabrik-pabrik di kawasan tersebut.
Banjir dengan ketinggian lebih dari setengah meter membuat karyawan dan buruh pabrik diliburkan. Air banjir juga merendam kantor Kepolisian Sektor Sayung. Meski banjir, pelayanan tetap berjalan seperti biasa.
Terjangan banjir kali ini terbilang cukup besar. Jalur Pantura Sayung, Demak, yang sebelumnya tidak pernah kebanjiran, saat ini terendam. Panjang jalan yang terendam mencapai hingga 1 kilometer.
Dikhawatirkan dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan, rekayasa jalan dengan pengalihan arus lalu lintas diberlakukan.
"Banjir membuat Jalan Raya Sayung mengalami kemacetan. Selain itu, banjir juga masih ada di Jalan Raya Kaligawe, Semarang," kata Kapolsek Sayung, AKP Bambang S.
Banjir di kawasan itu membuat kendaraan yang menuju Jakarta maupun Solo dan Yogyakarta diminta menghindari Kota Semarang. Pengguna jalan diminta untuk melalui Tol Kaligawe

Posting Komentar